Kabar Rakosa

Sampaikan informasi dan tips tentang kebutuhan masyarakat ke 0817275800, twitter @rakosafm.....

SOSIALISASI PENGELOLAAN KEUANGAN DESA BAGI KEPALA DESA/LURAH DI WILAYAH DIY

Posted by Admin Jumat, 03 Agustus 2018 Berita 0 Comments
SOSIALISASI PENGELOLAAN KEUANGAN DESA BAGI KEPALA DESA/LURAH DI WILAYAH DIY

Otoritas Jasa Keuangan (OJK)  DIY bekerjasama dengan Pawiyatan Pamong menyelenggarakan kegiatan edukasi kepada 440 orang yang terdiri dari kepala desa/ lurah dan staf pemerintah desa yang merupakan alumni pawiyatan pamong di wilayah Daerah Istimewa Yogyakartadengan tema Sosialisasi Pengelolaan Keuangan Desa bagi Kepala Desa/Lurah di Wilayah DIY. Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan daerah dengan sejuta potensi. Potensi yang saat ini dimiliki oleh Yogyakarta antara lain berupa pariwisata dan ekonomi kreatif. Potensi-potensi tersebut telah dikembangkan oleh masyarakat DIY sehingga menjadi dapat berkontribusi terhadap pembangunan daerah dan pembangunan nasional. Kemiskinan dan ketimpangan pendapatan masih menjadi salah satu permasalahan yang dihadapi di DIY. Sampai saat ini, angka kemiskinan di DIY pada bulan September tahun 2017 mencapai 12,36% atau tertinggi se-Pulau Jawa. Nilai indeks gini mencapai 0,441 (Maret 2018) dan merupakan yang tertinggi di Indonesia. Ketimpangan wilayah pun tidak terlepas dari sorotan Pemerintah Daerah karena 15 desa termiskin terletak di Kabupaten Bantul, Kabupaten Kulonprogo, dan Kabupaten Gunungkidul. Hal ini bertolak belakang dengan sumber daya yang ada di DIY.

Dalam era globalisasi dan kondisi ekonomi yang dinamis, pemerintah perlu mengoptimalkan seluruh sumber daya untuk mendorong masyarakat terlibat dalam pembangunan ekonomi termasuk di sektor keuangan. Dalam upaya meningkatkan literasi dan inklusi keuangan serta perlindungan konsumen, OJK mengharapkan dukungan dari seluruh pemangku kepentingan lainnya, terutama para Kepala Desa/Lurah, baik untuk pengenalan produk dan akses layanan keuangan yangsesuai dengan kebutuhan masyarakat, maupun upaya untuk meningkatkan jumlah masyarakat melek keuangan melalui program edukasi keuangan.Hasil survei nasional literasi dan inklusi keuangan tahun 2016 menunjukkan 67,8% masyarakat yang telah menggunakan produk dan layanan keuangan, namun hanya 29,7% masyarakat yang well literate. Hal ini menunjukkan banyak masyarakat yang telah menggunakan produk keuangan tanpa dibekali pemahaman keuangan yang memadai. Untuk DI Yogyakarta, indeks literasi keuangan juga relatif masih rendah, yaitu 38,5% dengan tingkat inklusi keuangan sebesar 76,7%. Apabila kita melihat data pengaduan, masyarakat yang mengadukan permasalahannya melalui surat kepada OJK DIY terdapat 153 orang yang didominasi oleh kategori perbankan sebesar 98 kasus (64,05%), sedangkan yang datang mengadukan langsung sebanyak 279 orang (data posisi bulan Juni 2018). Sedangkan masyarakat yang meminta layanan Informasi Debitur Sistem Informasi Layanan Keuangan (SLIK) per posisi 26 Juli 2018 tercatat sebanyak 1.070 masyarakat termasuk di dalamnya 11 badan usaha.

OJK berharap kegiatan ini mampu:

1. Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan terkait pengenalan produk dan akses layanan keuangan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat di desa, maupun upaya untuk meningkatkan jumlah masyarakat melek keuangan melalui program edukasi keuangan

2. Mampu memahami karakteristik lembaga jasa keuangan yang sesuai dengan demografi di desa masing-masing sehingga mampu meningkatkan perekonomian di desa

3. Meningkatkan pengetahuan terhadap pengelolaan dana desa, serta

4. Memotivasi para Kepala Desa/Lurah untuk memberikan peningkatan pemahaman kepada masyarakat terkait maraknya penawaran investasi bodong kepada masyarakat.

Share On:

0 Comments di post ini

Leave a Comment

Rakosa Radio

Jln Pandega Sakti No. 8 ( Kali Urang KM 6 ) Sleman Yogyakarta

0274.888801

info@rakosa-fm.co.id

@Website Radio Rakosa FM