Kabar Rakosa

Sampaikan informasi dan tips tentang kebutuhan masyarakat ke 0817275800, twitter @rakosafm.....

SEJARAH HARI PERDAMAIAN DUNIA 21 SEPTEMBER

Posted by Admin Jumat, 21 September 2018 Artikel 0 Comments
SEJARAH HARI PERDAMAIAN DUNIA 21 SEPTEMBER

Majelis Umum PBB melalui Resolusi nomor 55/282 tahun 1991 telah memutuskan dengan suara bulat bahwa tanggal 21 September adalah sebagai Hari Tanpa Kekerasan dan Gencatan Senjata serta Perdamaian Dunia. Penetapan Hari Perdamaian Dunia tersebut merupakan sebuah himbauan bagi semua bangsa dan anggota masyarakat di muka bumi ini untuk menghentikan segala bentuk permusuhan. Momentum peringatan Hari Perdamaian Dunia tahun 2011 adalah saat yang tepat untuk mengingatkan kembali perlunya hidup damai dan tentram bagi setiap anggota masyarakat sebagai modal sosial yang sangat penting dalam proses pembangunan perdamaian dan pencapaian kesejahteraan rakyat.

Memperhatikan hal tersebut, maka sudah selayaknya kembali kita renungkan makna hidup damai di Indonesia dengan melibatkan seluruh anggota masyarakat, terutama peran perempuan dalam mewujudkan perdamaian di bumi nusantara ini. Pada kesempatan ini pula diharapkan adanya komitmen bersama anggota masyarakat khususnya kaum Perempuan Indonesia untuk mewujudkan perdamaian yang berkelanjutan dan merupakan refleksi dari Hari yang penuh dengan kedamaian. Demi tercapainya tujuan tersebut diatas, maka perdamaian yang berkelanjutan harus memperhatikan dan menjalankan unsur-unsur: keperdulian sosial, ekonomi dan lingkungan hidup yang aman dan lestari.

Sebagaimana diketahui bahwa konflik kekerasan yang selama ini terjadi selalu menyisakan duka nestapa bagi semua pihak khususnya kelompok rentan (perempuan dan anak-anak). Berbagai upaya untuk mencegah terjadinya konflik kekerasan dan upaya membangun perdamaian telah dilakukan oleh Pemerintah maupun NGO, namun tetap tersisa tantangan dan jalan panjang bahwa perempuan dan anak di daerah konflik tak terlindungi dan tak berdaya menghadapi kejadian konflik kekerasan.

Resolusi PBB 1325 bagi Perempuan, Perdamaian, dan Keamanan yang disahkan oleh Dewan Keamanan PBB pada tanggal 31 Oktober 2000, secara khusus menitik beratkan pada perlindungan dampak konflik/perang pada perempuan dan anak-anak serta memberikan ruang kepada perempuan dalam upaya pencegahan konflik (misalnya, rekonsiliasi, repatriasi, reparasi dan rehabilitasi. Menumbuhkan, mendorong dan menghargai Budaya cinta damai, tentram dan sejahtera pada masyarakat. Memperbesar akses perempuan memberikan kontribusi dalam mendukung pembangunan perdamaian di Indonesia yang berkelanjutan.

Meningkatkan kesadaran, keperdulian dan pemahaman tentang makna perdamaian di kalangan perempuan sebagai agen pembangunan perdamaian. Memasyarakatkan issue anti kekerasan khususnya bagi kaum perempuan dan anak. Memasyarakatkan Budaya cinta damai melalui kampanye perdamaian. Memberi penghargaan dan Apresiasi terhadap perbedaan komunitas, budaya, agama, etnis, serta kearifan lokalpada perbedaan kepentingan tanpa melalui tindak kekerasan.
Meningkatkan usaha-usaha konservasi Alam, Hutan, Gunung, Laut dan Udara untuk pembangunan berkelanjutan. Mewujudkan perdamaian lingkungan karena banyaknya bencana alam yang menyebabkan masyarakat dunia kehilangan rasa damai sebagai penyebab konflik-konflik kekerasan. Meningkatkan peran serta dan kepedulian masyarakat dunia terhadap program sosial dan kemanusian.

http://serbasejarah21.blogspot.com/2017/11/sejarah-hari-perdamaian-dunia.html

Share On:

0 Comments di post ini

Leave a Comment

Rakosa Radio

Jln Pandega Sakti No. 8 ( Kali Urang KM 6 ) Sleman Yogyakarta

0274.888801

info@rakosa-fm.co.id

@Website Radio Rakosa FM