Kabar Rakosa

Seniman Tidak Boleh Malas: Keterbatasan Bukanlah Alasan Seniman Untuk Tidak Berkarya

Posted by Admin Senin, 23 Desember 2019 Berita 0 Comments
Seniman Tidak Boleh Malas: Keterbatasan Bukanlah Alasan Seniman Untuk Tidak Berkarya

(Desember, 17/12) Klowor Waldiyono, gelar Pameran Tunggal Restrospektif dengan tema ”Hidup Berkesenian”. Sebagai seorang seniman, diceritakannya kilas balik kehidupannya pada saat menggelar konferensi pers 16 Desember 2019 di Jogja Gallery, mulai dari Sekolah Menengah Seni Rupa (SMSR), menempuh studi lanjut di Insititut Seni (ISI) Yogyakarta di tahun 1898. Banyak karya lukis yang sudah ia ciptakan sejak saat itu hingga tanun 2019 ini, Klowor masih aktif berkarya menjadi seniman lukis.


Dalam perjalanannya menjadi seorang seniman, Klowor menyadari bahwa hasil karyanya memiliki perubahan dari waktu ke waktu. Dari hanya berupa sketsa, lalu menjadi hitam putih, dan akhirnya menjadi penuh warna. Hal itu terjadi karena ia merasa bahwa menjadi seorang seniman tidak bisa berpaku dan terjebak pada hal yang sama. “Seorang seniman saya rasa tidak bisa hanya berpaku pada hal yang itu-itu saja. Menjadi seniman berarti harus dinamis” katanya (16/12). Ia tidak mau terjebak dalam kondisi keterbatasannya. Kalau punyanya hanya cat dengan tinta hitam putih, Klowor gunakan warna tersebut untuk berkarya di atas kanvas. Bahkan kalau adanya hanya kertas pun, baginya tidaklah menjadi suatu penghalang untuk melukis.


Dengan pemikirannya tersebut, Klowor dikenal sebagai sosok seniman yang eksploratif, dimana untuk menghasilkan karya lukis berdasarkan hasil eksplorasi dilingkungan sekitarnya. Bagi Klowor Waldiyono, apapun yang ditemuinya dalam perjalanan, diresponnya pada suatu medium seni. Hal paling konyol dan menggelitik pernah dialaminya pula pada saat mencari inspirasi dijalanan, ”Saya pernah digaruk Satpol PP, dikiranya gelandangan, padahal saya sedang mencari inspirasi”. Apapun yang ditemui olehnya, selalu dicoba untuk direspon melalui karya lukisnya.


Pameran tunggal pertamanya mengangkat tema mengenai kucing karena kebetulan saat itu ia memelihara kucing.”Kucing sebagai kucing, kucing sebagai suatu deformasi, kadang kucing sebagai karakter manusia, hanya saja akal budi yang membedakan”, imbuhnya. Seperti itulah gambaran sifat manusia kelembutan, kekerasan, kemanjaan, ada sifat garangnya yang menjadi insiprasinya dalam menuangkan gagasannya dalam merespon kehidupan disekitar. Sejak saat itulah Klowor Waldiyono akrab dengan sapaan Klowor Kucing.


Ada sekitar 140 karya lukis, 50 karya sketsa dan berbagai arsip repro dokumen dari berbagai pemberitaan media cetak dan video yang menampilkan proses melaukis yang dilakukan Klowor Waldiyono yang dipamerkan kali ini. Pameran tunggal Klowor Waldiyono ini berlangsung di Jogja Gallery, Jalan Pekapalan No. 7, Alun-alun Utara Yogyakarta, hingga tanggal 5 Januari 2020. Pameran ini dibuka untuk umum tanpa dipungut biaya.

Share On:

0 Comments di post ini

Leave a Comment

Rakosa Radio

Jln Pandega Sakti No. 8 ( Kali Urang KM 6 ) Sleman Yogyakarta

0274.888801

info@rakosa-fm.co.id

@Website Radio Rakosa FM